Manajemen Resiko

 

Pengelolaan Resiko Perusahaan

Sebagai entitas bisnis, Peruri tidak terlepas dari factor risiko yang telah dijelaskan sebelumnya. Pada tingkat nasional, ada sejumlah faktor (eksternal) yang harus ditangani agar mampu bersaing dan mengikuti permintaan dan tuntutan pasar. Apabila hal tersebut tidak segera diatasi dapat memberikan dampak negative pada kelangsungan bisnis Perusahaan. Dalam cakupan yang lebih sempit (internal perusahaan) ada sejumlah tantangan dan risiko yang harus diatasi agar mampu bersaing di pasar lokal, regional, maupun dunia. Saat ini, sudah terjadi persaingan ketat harga dan pelayanan di pasar dokumen sekuriti. Hal ini membuat pasar semakin banyak mendapatkan alternatif untuk memilih percetakan dokumen sekuiriti dengan harga yang lebih rendah disertai dengan mutu yang relatif baik. Tantangan lain yang dihadapi Peruri adalah alat tukar yang bersifat cashless sebagai akibat dari semakin berkembangnya teknologi digital. Selain itu, tingginya kebutuhan produk sekuriti non-uang membuat peluang di masa mendatang sangat terbuka lebar. Oleh karena itu, Peruri bersama anak Perusahaan dan afiliasi terus bekerja, bergerak dan melangkah demi terwujudnya Peruri sebagai perusahaan integrated security printing and system kelas dunia kebanggan bangsa. Peruri telah merealisasikan dan mengintensifkan pengembangannya sejak 2012 hingga kini.

 

Efektifitas Sistem Manajemen Risiko

Berdasarkan Keputusan Direksi Nomor : KEP-14/XII/2015 tanggal 29 Desember 2015 tentang Struktur Organisasi Percetakan Uang RI, Peruri menetapkan Divisi Perencanaan Strategi Perusahaan dan Manajemen Resiko untuk mengimplementasikan dan mengembangkan Manajemen Risiko. Dalam divisi ini terdapat empat biro, yaitu :

  • Biro Jaminan dan Tinjauan Risiko;
  • Biro Kebijakan Perusahaan;
  • Biro Pelaporan Risiko;
  • Biro Strategi dan Perencanaan Perusahaan

 

 Dalam rangka membangun Pengelolaan Risiko yang lebih terintegrasi, Peruri akan melakukan langkah-langkah sebagai berikut :

  • Membangun Visi Pengelolaan Risiko;
  • Membangun lingkungan kerja yang mendukung pengelolaan risiko;
  • Memformulasikan kebijakan Pengelolaan Risiko sebagai guideline dalam mengelola risiko di Perusahaan;
  • Melakukan pembelajaran secara berkelanjutan dalam rangka meningkatkan kompetensi pengelolaan risiko;
  • Mengembangkan risk register dan secara periodik mengevaluasi level risiko dan rencana mitigasi yang dibutuhkan untuk mengontrol risiko yang terdaftar pada risk register;
  • Mempertimbangkan/menentukan prioritas risiko dan alternatif risiko berdasarkan cost and benefit analysis;
  • Membangun pengelolaan risiko berbasis teknologi sistem informasi;
  • Secara regular memonitor implementasi program mitigasi untuk meyakinkan bahwa risiko dapat dikendalikan secara

 

Implementasi Pengelolaan Risiko Perusahaan

Pada saat ini implementasi pengelolaan risiko perusahaan masih pada tahap:

  • Terselesaikannya penyempurnaan manual, prosedur, dan pedoman Risk Based Audit;
  • Tersusunnya risk register seluruh unit dan fungsi organisasi di Perusahaan;
  • Tersusunnya top risk untuk masing-masing direktorat;
  • Tersusunnya Top 10 Risks Peruri.

 

Risiko yang Dihadapi Perusahaan

Peruri terpengaruh terhadap risiko tingkat suku bunga, risiko manajemen uang asing, risiko kredit dan risiko likuiditas. Manajemen senior Peruri mengawasi manajemen risiko atas risiko-risiko tersebut. Direksi menelaah dan menyetujui kebijakan pengelolaan risiko-risiko sebagaimana terangkum di bawah ini:

  • Risiko Tingkat Suku Bunga

Risiko tingkat suku bunga adalah risiko di mana nilai wajar arus kas di masa depan akan berfluktuasi karena perubahan tingkat suku bunga pasar. Peruri terpengaruh risiko perubahan suku bunga pasar terutama terkait dengan pinjaman jangka pendek dan utang sewa pembiayaan. Peruri berusaha untuk meminimalisir saldo pinjaman yang berbunga tinggi dan mengkombinasikan perolehan pinjaman antara bunga tetap dan bunga mengambang.

 

  • Risiko Nilai Tukar Mata Uang

Risiko nilai tukar mata uang adalah risiko dimana nilai wajar atau arus kas masa mendatang dari suatu instrument keuangan akan berfluktuasi akibat perubahan nilai tukar mata uang asing.

 

  • Risiko Kredit

Risiko kredit adalah risiko dimana Peruri akan mengalami suatu kerugian daripara pelanggan, atau pihak terkait lainnya yang mengalami kegagalan dalam memenuhi liabilitasnya. Risiko kredit pelanggan dikelola oleh Direksi sesuai dengan kebijakan Peruri, prosedur dan pengendalian yang telah ditetapkan yang berkaitan dengan manajemen risiko kredit pelanggan. Posisi piutang pelanggan dipantau secara teratur untuk menghindari risiko piutang tak tertagih. Tergantung pada penilaian Peruri dan persetujuan pemilik modal, piutang akan dihapuskan jika piutang tersebut dianggap tidak tertagih.