Berita Program Kemitraan dan Bina Lingkungan

Peruri Salurkan Pinjaman Lunak Senilai Rp. 2,28 Miliar

29 February 2016

Peruri Salurkan Pinjaman Lunak Senilai Rp. 2,28 Miliar

Boyolali. Pada 29 Desember 2015 Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL) Peruri menyelenggarakan kegiatan penandatangan dan penyerahan pinjaman lunak kepada 66 mitra binaan di wilayah Wonosobo, Wonogiri, Karanganyar, Salatiga dan Boyolali dengan total nilai Rp. 2,28 Miliar di Hotel Puri Merbabu, Boyolali. Masing-masing mitra binaan akan mendapatkan pinjaman lunak sesuai dengan permintaan dan kapasitas usaha.

Acara diawali dengan penyuluhan pembuatan laporan keuangan pembayaran pinjaman oleh staf PKBL dan sebagai acara puncak rangkaian acara 2 hari ini adalah penandatangan dan penyerahan secara simbolis pinjaman lunak dari Kepala PKBL, FX Sugiyanto selaku perwakilan Direksi kepada perwakilan mitra binaan PKBL Peruri. Sebelumnya pada  27 Desember 2015 kegiatan yang sama juga telah dilakukan di Wonosobo dengan memberikan pinjaman lunak kepada 15 calon mitra binaan. Diakhir acara, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Boyolali, Drs. Agus Partono berkesempatan menyampaikan pesannya kepada seluruh mitra binaan agar dapat menggunakan uang pijaman secara bijak dan bertanggung jawab.

Kegiatan program kemitraan ini sesuai dengan Peraturan Menteri (Permen) BUMN Nomor 9 Tahun 2015 yang menghimbau kepada BUMN agar menyisihkan dana dari laba usaha perusahaan untuk menunjang program kemitraan pembinaan usaha kecil berbentuk pinjaman lunak. Program ini bertujuan untuk memberikan tambahan modal/merangsang pertumbuhan usaha kecil agar menjadi usaha yang mandiri dan tangguh sehingga membantu percepatan pertumbuhan ekonomi nasional.

Pemilihan calon mitra binaan ini telah melalui proses yang ketat dan selektif. Hanya mitra binaan yang telah memenuhi syarat yang berhak mendapatkan pinjaman lunak dari program kemitraan ini. Berikut adalah syarat untuk menjadi mitra binaan: Pertama, calon mitra binaan harus Warga Negara Indonesia yang memiliki kekayaan bersih maksimal sebesar Rp. 500 Juta dan maksimal penjualan Rp. 2,5 Milyar per tahun. Kedua, bukan merupakan anak perusahaan/cabang dari perusahaan berskala menengah/besar. Ketiga, bebentuk usaha perseoranagan yang berbadan hukum maupun tidak. Keempat, telah melakukan kegiatan usaha minimal 1 (satu) tahun dan mempunyai potensi untuk dikembangkan.

Setelah menjadi mitra binaan PKBL Peruri, ada beberapa kewajiban yang harus dilaksanakan oleh mitra binaan tersebut, yaitu: Melaksanakan kegiatan usaha sesuai dengan rencana yang telah disetujui oleh BUMN pembina, membayar kembali pinjaman secara tepat waktu sesuai dengan perjanjian yang disepakati dan menyampaikan laporan perkembangan usaha secara periodik. Kedepan pengelolaan usaha mitra binaan ini aka dipantau langsung oleh PKBL Peruri dan secara periodik akan diberikan pendidikan dan pelatihan sesuai dengan kebutuhan, agar mitra binaan dapat tumbuh berkembang sesuai harapan.

Untuk diketahui bahwa, sampai saat ini PKBL Peruri telah memiliki 6.364 mitra binaan yang tersebar di 18 provinsi di Indonesia. Diharapkan semakin banyak kegiatan usaha masyarakat yang menjadi mitra binaan PKBL Peruri,  sehingga peran Peruri dalam menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia semakin nyata.